Pernah mendengar, melihat, atau membaca tulisan ada orang yang mengaku lucu…?. Pertanyaan saya, kenapa orang tersebut mengaku lucu ya..? Contohnya pada status facebook berikut (nama disamarkan):

Status : ih kangen deh sama angkatan 12, setelah melihat foto2 kalian yang lucu2.

Komentar :

Teman 1: terimakasih, dari dulu aku memang lutu ko.

Teman2 : tentu saja, aku emang luchu baru tau ya.

Teman 3 : the cutest, of course me.

Teman 2 :@teman3: eh orang pedalaman, kamu mah paling lucu di leuweung (hutan) kele…,hehehe

Teman3 : meskipun di leuweung tetap aja cutest, hahaha

……….. (komentar lain dilewat)

Pemilik status : eh, kalian semua pada ngaku cute, cute itu pahlawan nasional dari aceh tau (cute nyak dien)

Teman 4 : krik krik krik

(Maksudnya garing)

Mungkin bukan lucu saja yang di aku-aku, ketampanan, kecantikan, ke-seksian, or ke..ke-an yang lainnya pun bayak yang diaku-aku. Kembali ke pertanyaan semula, kenapa banyak yang mengaku lucu ya…?

Menurut analisis saya, salah satu penyebab orang tersebut mengaku lucu adalah karena dia tidak lucu, atau merasa tidak lucu. Penjelasannya begini. Para preman yang sok jago di pasar, untuk menyembunyikan kelemahannya dia akan menggunakan berbagai cara supaya terlihat seram, kaya hantu aja hehehe. Ada yang berinisiatif membuat tato, memakai anting yang gede di telinga + di hidung, mewarnai rambutnya, ngomong dengan bahasa kasar sampai seluruh binatang di taman safari di absen semua, bahkan yang paling eneh mungkin mencorang-coreng wajahnya seperti tentara akan berangkat menghadapi perang dengan Amerika, emang ada ya…? Bercanda hehehe. Nah, preman yang melakukan itu sebenarnya tidak merasa jago, sehingga melakukan hal-hal seperti itu supaya orang-orang pada takut. Jika preman yang sudah terkenal garangnnya, mereka justru biasa aja. Tapi sekali berhadapan, jangan harap lepas tanpa babak belur.

Bagitu juga orang yang mengaku cantik, ganteng atau lucu. Seperti teman saya yang diberikan Allah ujian dengan rupa wajahnya, tetap saja jika ada sesuatu yang berhubungan dengannya,  selalu dipasangkan dengan kata  “ paling”, seperti paling ganteng, paling cute, paling imoet dll. Di facebookpun kita bisa melihat orang-orang yang sering mengaku-ngaku tersebut, di nama statusnya kebanyakan diberi akhiran. Contohnya nama bunga (maaf jika ada pembaca yang namanya sama): bunga cute, bunga keren, bunga imoet, si cantik bunga, si maniz bunga, dll. Padahal kalau dilihat mereka biasa-biasa aja. Hadooh, maksa banget sih. (mereka ngebalas : suka-suka gue kalee)

Kalau kita melihat orang yang benar-benar cantik, imut, ganteng, lucu dan maniz, kebanyakan meraka justru memakai nama yang biasa aja, ada juga yang pakai nama aslinya. Itu karena meraka sudah tau bahwa mereka cantik, imut, ganteng, lucu dan maniz. Sehingga tidak perlu dipublikasikan ke orang pun, orang yang melihatnya sudah tau. Makanya saya ga ngomong-ngomong kalau saya ganteng, hehehe. Jadi intinya, salah satu sifat manusia adalah kebanyakan kita akan menutupi kekurangan dengan melakukan kebalikan kekurangan tersebut. Pintar ya.?

hanya pendapat aja ko.